Overclocking processor intel

Kali ini saya akan mengulas mengenai cara overclocking untuk processor Intel yang menggunakan socket LGA775,baik dari penaikan clock dan multiplier,FSB,hingga cara menstabilkan clock rate di beberapa jenis processor.


WARNING!

Overclocking pada dasarnya bertujuan untuk memaksimalkan kinerja processor secara keseluruhan,tetapi overclocking secara berlebihan akan berakibat fatal ke semua komponen hardware,seperti tidak dapat masuk ke BIOS,hingga kerusakan pada komponen itu sendiri. Oleh karena itu,metode overclocking ini harus dilakukan secara berkali-kali untuk mendapatkan hasil maksimum dan perlu dilakukan pengecekan kestabilan sistem berupa benchmarking untuk menjamin bahwa processor dalam keadaan stabil.



Jika sudah bersiap untuk melakukan overclock pada processor Anda,maka hal-hal awal yang harus dilakukan adalah :


- Memperkirakan jumlah daya yang digunakan komputer.
Salah satu hal yang paling penting dalam overclocking,karena salah perkiraan pemakaian daya akan berakibat fatal pada komponen komputer lainnya.Selain itu,PSU yang digunakan juga harus memiliki efisiensi 80% bronze dan Active PFC untuk menghindari masalah pada penggunaan daya.



- Mengecek aliran udara casing dan kipas processor
Sebuah fan processor bawaan biasanya tidak mendukung sistem airflow yang baik,sehingga diperlukan pengecekan terhadap aliran udara pembuangan panas processor. Panas yang terkumpul di dalam casing dapat menyebabkan processor dan komponen lainnya akan mengalami panas yang berlebihan dan mengakibatkan komputer Anda akan restart mendadak. Disarankan untuk menggunakan kipas pendingin yang bukan bawaan dari Intel untuk performa overclocking yang optimal.


Pendingin dari Intel (NOT RECOMMENDED FOR OVERCLOCKING)



Pendingin dari Thermaltake (Thermaltake Frio - VERY RECOMMENDED FOR BEGINNER - HARD OVERCLOCKING)



- Menggunakan BIOS yang mampu melakukan overclocking

Tidak semua BIOS dapat di-overclock,khususnya untuk PC Built-up,karena umumnya fitur overclock pada komputer built-up telah dikunci. Oleh karena itu,ada baiknya untuk mengecek buku manual motherboard untuk memastikan bahwa motherboard tersebut sudah didukung dengan fitur overclock atau tidak.


Jika kedua syarat tersebut sudah dipenuhi,maka sekarang saya akan membahas mengenai overclock. Kali ini saya mengambilsample dari motherboard Gigabyte GA-G31M-S2C (Update BIOS F4) dan processor Intel Pentium Dual-Core E5200 dengan fan processor bawaan Intel.


NB : Disarankan untuk mengecek thermal paste (pasta processor) sebelum overclock. Jika Anda tidak bisa membuka komponen dalam komputer,sebaiknya konsultasi kepada teknisi komputer dalam hal pengecekan pasta processor. Pasta yang kering dapat menyebabkan aliran panas processor tidak bisa mengalir ke heatsink dengan baik.


Untuk masuk ke dalam settingan overclock,Anda harus masuk ke dalam setup BIOS. Pada sample motherboard ini,bagian overclocking terdapat di menu M.I.T. (Motherboard Intelligent Tweaker). Di bagian MIT terletak semua settingan clock processor,PCI-E dan RAM. Untuk overclock processor,hal-hal yang perlu dilihat adalah di bagian clock ratio,multiplier dan voltase processor. Pertama-tama,set voltase processor dari "auto" ke "manual" (jika kurang yakin dengan settingan manual,lebih baik set ke auto,tetapi akan berakibat ke hasil overclock yang kurang maksimal). Setelah itu,masukkan multiplier clock ratio processor Anda. Setelah dimasukkan ke nilai yang sesuai,sekarang masukkan clock ratio ke nilai yang sesuai. Perlu dilihat juga,bahwa penaikan clock speed tidak harus signifikan,karena dapat berakibat fatal ke BIOS dan sistem operasi.
Setelah itu,masuk ke bagian RAM divider dan frequency. Jika Anda tidak menginginkan pengubahan manual pada frequency,tinggal menyetelnya ke "Auto".
Setelah semuanya dioptimalkan,restart BIOS Anda dan masuk ke sistem operasi yang ada. Pada bagian ini,sangat disarankan untuk melakukan benchmark untuk mengetes kestabilan komputer. Selain itu,benchmark juga mengecek apakah komputer dalam keadaan yang lebih baik,atau malah semakin buruk. Jika tidak ada masalah selama benchmark dan pengetesan,maka komputer Anda sudah stabil di-overclock. Tetapi,bukan berarti komputer Anda sudah aman sepenuhnya. Ada baiknya untuk melakukan benchmark secara rutin agar komponen komputer dapat dipastikan stabil.



F.A.Q :

1. Mengapa saya tidak bisa masuk ke BIOS setelah overclock?
- Settingan yang Anda pasang tidak sesuai dengan kemampuan processor tersebut. Silakan melakukan "BIOS Reset" dengan mencabut panel reset BIOS yang berada di motherboard komputer.



2. Suhu processor saya mencapai 70 derajat Celcius saat idle,tetapi masih bisa masuk ke dalam OS. Apakah itu normal?
- Sebaiknya dicek kembali komponen yang ada,karena batasan suhu saat idle adalah 35-40 derajat celcius dan 60-65 derajat saat full load.Jika tidak ada masalah dalam semua komponen dan suhu tetap tinggi saat idle, sebaiknya rollback settingan processor Anda lebih rendah lagi.



3. Komputer saya sering mati mendadak setelah saya meng-overclock processornya.
- Coba dicek kembali PSU-nya. Jika masih belum Active PFC dan efisiensi dibawah 80%,sangat disarankan untuk tidak meng-overclock processor Anda,karena dapat berakibat fatal.



4. Komputer saya sering mengalami BSOD saat bermain game atau melakukan multitasking program.
- Jika masalahnya setelah melakukan overclock,maka satu-satunya cara adalah men-setting semua ke keadaan saat normal kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah mengunjungi blog ini
Tinggalkan komentar dan like Anda

Pages